Jepang memiliki sebuah perayaan unik yang berlangsung setiap musim semi. Kanamara Matsuri adalah festival tahunan yang merupakaan perayaan kesuburan pria. Uniknya, festival menampilkan organ intim para pria. Festival unik yang menarik minat wisatawan asing ini merupakan perayaan kesuburan pria dalam masyarakat Jepang tiap minggu pertama bulan April.

Festival semarak dengan aneka hiasan kertas warna-warni, berbagai warna dan bentuk kostum, parade alat kelamin raksasa oleh para wanita, dan tentu saja hidangan khusus dari sebagai simbol kesuburan pria.

Perayaan musim semi dalam kepercayaan Shinto dengan pusat organ intim kaum Adam ini antara lain berisi perlombaan mengukir tiang kayu, membuat dan melukis panji-panji hingga kontes membuat makanan berbentuk penis. Beberapa jenis makanan aneh yang disajikan dalam Kanamara Matsuri, antara lain permen lolipop berbentuk penis berbagai ukuran, ukiran penis dari sayuran seperti lobak, permen bergetah yang terinspirasi dari dua alat kelamin, makanan penutup mochi dan pisang yang selimuti cokelat.

Kendati festival semula adalah ritual doa dari para pelacur, saat ini festival berubah menjadi program pencegahan penyakit menular seksual dan wadah mengumpulkan dana untuk mencegah penyebaran HIV dari wisatawan.

Terinsipirasi dari festival seksualitas tersebut, Planned Parenthood dan salah satu restoran Jepang di New York, Matsuri menawarkan menu berbeda pada 1 April. Koki restoran Tadashi Ono menawarkan menu yang terinsipirasi dari kelamin pria, seperti: Ginseng Up Cocktail ($ 12), Get It Up Hot Pot ($ 23), Big Sosis ($ 18) berbentuk sosis ukuran super dengan kerang laut dan telur ikan pedas, Hard Banana Cream Pie ($ 9) yakni es krim cokelat dengan karamel.

Selain itu, kondom gratis akan dibagikan sepanjang malam. Selain Kanamara Matsuri, festival serupa untuk menghormati kesuburan alat kelamin feminin juga diselenggarakan di Kuil Ogata di Inuyama.