Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru  berhubungan  dengan  profesinya  sebagai  pengajar,  tugas  guru  ini  sangat berkaitan  dengan  kompetensi  profesionalnya.  Hakikat  profesi  guru  merupakan suatu  profesi,  yang  berarti  suatu  jabatan  yang  memerlukan  keahlian  khusus sebagai  guru  dan  tidak  dapat  dilakukan  oleh  sembarang  orang  di  luar  bidang pendidikan.  Walaupun  pada  kenyataannya  masih  terdapat  hal-hal  tersebut  di luar bidang kependidikan.

Ciri   seseorang   yang   memiliki   kompetensi   apabila   dapat   melakukan sesuatu,   hal   ini   sesuai   dengan   pendapat   Munandar   bahwa,   kompetensi merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan  latihan.  Pendapat  ini,  menginformasikan  dua  faktor  yang  mempengaruhi terbentuknya kompetensi, yakni ; (a) faktor bawaan, seperti bakat, dan (b) factor latihan, seperti hasil belajar.

Menurut  Soedijarto,  Guru  yang  memiliki  kompetensi  profesional  perlu menguasai antara lain:

a)      disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran,

b)      bahan ajar yang diajarkan,

c)       pengetahuan tentang karakteristik siswa,

d)      pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan,

e)      pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar,

f)       penguasaan terhadap prinsip-prinsip teknologi pembelajaran,

g)      pengetahuan terhadap penilaian, dan mampu merencanakan, memimpin, guna kelancaran proses pendidikan.

Tuntutan    atas    berbagai    kompetensi    ini    mendorong    guru    untuk memperoleh   informasi  yang   dapat   memperkaya   kemampuan   agar   tidak mengalami  ketinggalan  dalam  kompetensi  profesionalnya.  Semua  hal  yang  disebutkan    diatas    merupakan    hal    yang   dapat   menunjang   terbentuknya kompetensi   guru.   Dengan   kompetensi   profesional   tersebut,   dapat   diduga berpengaruh  pada  proses  pengelolaan  pendidikan  sehingga  mampu  melahirkan keluaran  pendidikan  yang  bermutu.  Keluaran  yang  bermutu  dapat  dilihat  pada hasil  langsung  pendidikan  yang  berupa  nilai  yang  dicapai  siswa  dan  dapat  juga dilihat  dari  dampak  pengiring,  yakni  dimasyarakat.  Selain  itu,  salah  satu  unsur pembentuk kompetensi profesional guru adalah tingkat komitmennya terhadap profesi guru dan didukung oleh tingkat abstraksi atau kemampuan menggunakan nalar.

Guru  yang  rendah  tingkat  komitmennya,  ditandai  oleh  ciri-ciri  sebagai berikut:

  1. Perhatian yang disisihkan untuk memerhatikan siswanya hanya sedikit.
  2. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya hanya sedikit.
  3. Perhatian utama guru hanyalah jabatannya.

Sebaliknya,  guru  yang  mempunyai  tingkatan  komitmen  tinggi,  ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Perhatiannya terhadap siswa cukup tinggi.
  2. Waktu   dan   tenaga   yang   dikeluarkan   untuk   melaksanakan   tugasnya banyak.
  3. Banyak bekerja untuk kepentingan orang lain.

Kompetensi  guru  berkaitan  dengan  profesionalisme,  yaitu  guru  yang profesional    adalah    guru    yang    kompeten    (berkemampuan).    Karena    itu, kompetensi  profesionalisme  guru  dapat  diartikan  sebagai  kemampuan  dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi.   Profesionalisme   seorang   guru   merupakan   suatu   keharusan   dalam mewujudkan    sekolah    berbasis    pengetahuan,    yaitu    pemahaman    tentang pembelajaran,  kurikulum,  dan  perkembangan  manusia  termasuk  gaya  belajar. Pada  umumnya  di  sekolah-sekolah  yang  memiliki  guru  dengan  kompetensi profesional    akan    menerapkan    “pembelajaran   dengan    melakukan”    untuk menggantikan  cara  mengajar  dimana  guru  hanya  berbicara  dan  peserta  didik hanya  mendengarkan.

Dalam  suasana  seperti  itu,  peserta  didik  secara  aktif dilibatkan   dalam   memecahkan   masalah,   mencari   sumber   informasi,   data evaluasi,  serta  menyajikan  dan  mempertahankan  pandangan  dan  hasil  kerja mereka  kepada  teman  sejawat  dan  yang  lainnya.  Sedangkan  para  guru  dapat bekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran, baik   individual   maupun   tim,   membuat   keputusan  tentang  desain  sekolah, kolaborasi  tentang  pengembangan  kurikulum,  dan  partisipasi  dalam  proses penilaian.

Kompetensi profesional seorang guru adalah seperangkat kemampuan yang  harus  dimiliki  oleh  seorang  guru  agar  ia  dapat  melaksanakan  tugas mengajarnya  dengan  berhasil.  Adapun  kompetensi  yang  harus  dimiliki  oleh seorang guru, terdiri dari 3 (tiga) yaitu ; kompetensi pribadi, kompetensi sosial, dan  kompetensi  profesional  mengajar.  Keberhasilan  guru  dalam  menjalankan profesinya    sangat    ditentukan    oleh    ketiganya    dengan    penekanan    pada kemampuan mengajar.

Dengan  demikian,  bahwa  untuk  menjadi  guru  profesional  yang  memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompetensi tersebut, dibutuhkan tekad dan   keinginan   yang   kuat   dalam   diri   setiap   guru   atau   calon   guru   untuk mewujudkannya.

Sebagai  seorang  guru  perlu  mengetahui  dan  menerapkan beberapa  prinsip  mengajar  agar  seorang  guru  dapat  melaksanakan  tugasnya secara profesional, yaitu sebagai berikut:

  1. Guru  harus  dapat  membangkitkan  perhatian  peserta  didik  pada  materi mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.
  2. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.
  3. Guru   harus   dapat   membuat   urutan   (sequence)   dalam   pemberian pelajaran    dan    penyesuaiannya    dengan    usia    dan    tahapan    tugas perkembangan peserta didik.
  4. Guru   perlu   menghubungkan   pelajaran   yang   akan   diberikan   dengan pengetahuan  yang  telah  dimiliki  peserta  didik  (kegiatan  apersepsi),  agar peserta   didik   menjadi   mudah   dalam   memahami   pelajarannya   yang diterimanya.
  5. Sesuai  dengan  prinsip  repitisi  dalam  proses  pembelajaran,  diharapkan guru  dapat  menjelaskan  unit  pelajaran  secara  berulang-ulang  hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas.
  6. Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara   memberikan   kesempatan   berupa   pengalaman   secara   langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.
  8. Guru   harus   mengembangkan   sikap   peserta   didik   dalam   membina hubungan sosial, baik dalam kelas maupun diluar kelas.
  9. Guru   harus   menyelidiki   dan   mendalami   perbedaan   peserta   secara individual   agar   dapat   melayani   siswa   sesuai   dengan   perbedaannya tersebut.
  10. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan hasilnya    untuk    mengetahui    prestasi    dan    kemajuan    siswa    serta menggunakan  hasilnya  untuk  mengetahui  prestasi  dan  kemajuan  siswa serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan.

Seiring  dengan  kemajuan  teknologi  informasi  yang  berkembang  pesat, guru  tidak  lagi  hanya  bertindak  sebagai  penyaji  informasi,  tetapi  juga  harus mampu  bertindak  sebagai  fasilitator,  motivator,  dan  pembimbing  yang  lebih banyak  memberikan  kesempatan  kepada  peserta  didik  untuk  mencari  dan mengolah   sendiri   informasi.   Dengan   demikian   keahlian   guru   harus   terus dikembangkan  dan  tidak  hanya  terbatas  pada  penguasaan  prinsip  mengajar seperti  yang  telah  diuraikan  di  atas.  Bertitik  tolak  dari  pendapat  para  ahli tersebut diatas, maka yang dimaksud “Kompetensi Profesionalisme Guru” adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidangnya sehingga ia  mampu  menjalankan tugas  dan  fungsinya sebagai  seorang  guru  dengan  hasil yang baik.