Internazionale Milan akhirnya berhasil merengkuh scudetto musim 2009/2010. Kepastian itu didapat setelah Inter menaklukkan Siena 1-0 lewat gol penentu dari Diego Milito.

Trofi Serie A ini menjadi yang kelima secara beruntun bagi Inter Milan. Harapan Inter untuk merengkuh treble winners kini tinggal selangkah lagi. Skuat Jose Mourinho tinggal membidik trofi Liga Champions.

Selebrasi Diego Milito Usai Melesakkan Bola

Bertanding di Stadion Artemio Franchi, Minggu 16 Mei 2010, Inter langsung turun dengan kekuatan penuh. Trio penyerang Mario Balotelli, Samuel Eto’o dan Diego Milito langsung diturunkan di laga pamungkas ini.

Namun justru tuan rumah Siena yang lebih dulu mengancam gawang Inter lewat aksi Albin Ekdal saat pertandingan baru berjalan lima menit. Berdiri diantara dua bek Inter, Ekdal mampu melepaskan tembakan. Sayang masih menyamping.

Inter langsung merespon lewat Mario Balotelli lima menit berselang. Namun bola voley Balotelli gagal menemui sasaran. Skuat Jose Mourinho terus menebar ancaman.

Pada menit 22, Milito punya peluang bagus saat mampu memanfaatkan umpan Balotelli. Namun penampilan gemilang Gianluca Curci menggagalkan usaha striker Argentina itu.

Curci lagi-lagi menjadi tembok kuat bagi Siena. Ia juga mementahkan bola hasil tandukan bek Walter Samuel pada menit 30. Alhasil hingga turun minum skor kaca mata tak berubah.

Memasuki babak kedua, Inter terus memburu gol. Milito kembali mencoba menjebol gawang Curci pada menit 50. Namun lagi-lagi kiper Siena ini tampil memukau dengan mementahkan sepakan Milito.

Mourinho mulai panik. Goran Pandev akhirnya dimasukan yang membuat Inter menurunkan empat penyerang. Kerja keras Inter akhirnya terbayarkan. Milito akhirnya mampu menjebol gawang Curci pada menit 57.

Memanfaatkan bola terobosan Javier Zanetti, Milito berhasil menusuk ke kotak penalti sebelum akhirnya menaklukkan Curci lewat sepakan kaki kanannya. Inter sementara unggul 1-0.

Inter sebenarnya berhasil kembali menjebol gawang Siena di menit 76 lewat Pandev. Sayang gol itu dianulir wasit karena Pandev telah berdiri dalam posisi off-side.

Pesta Inter sendiri sempat terancam saat Julio Cesar kurang sempurna menangkap bola hasil crosing di 87. Beruntung bola gagal disambar Emanuele Calaio. Alhasil hingga pertandingan usai, Inter tetap unggul 1-0 dan berhak merengkuh gelar Serie A musim ini.

Kemenangan Roma Sia-sia
Kemenangan Inter atas Siena berarti juga memupuskan kerja keras AS Roma. Meski Roma berhasil unggul 2-0 saat menaklukkan tuan rumah Chievo di Marc Antonio Bentegodi. Gol Roma dicetak Mirko Vucinic pada menit 39. Sedangkan satu gol tambahan Giallorossi dicetak Daniele De Rossi di masa injury time babak pertama.

Inter berhak merengkuh scudetto musim ini setelah unggul dua poin dari AS Roma. Inter mengoleksi 82 poin dari 24 kemenangan, 10 imbang dan 4 kekalahan. Sedangkan AS Roma mengumpulkan 80 poin dari 24 kemenangan, 8 imbang dan enam kekalahan.

Susunan Pemain:

Siena: Gianluca Curci, Sanchez Emilson Cribari (Jardim Goncalo Brandao, 45′), Claudio Terzi, Cristiano Del Grosso, Aleandro Rosi, Albin Ekdal, Simone Vergassola, Paul Codrea, Abdelkader Ghezzal, Mato Jajalo, Massimo Maccarone (Emanuele Calaio, 54′)

Inter: Julio César, Walter Samuel, Marco Materazzi, Javier Zanetti, Maicon, Thiago Motta (Goran Pandev, 54′), Esteban Cambiasso, Alberto Diego Milito, Wesley Sneijder (Cristian Chivu, 73′), Samuel Eto’o, Mario Balotelli (Dejan Stankovic, 59′)

Iklan