Ikan herring “raksasa” dengan panjang 3,5 meter telah ditemukan di lepas pantai Swedia barat, ikan herring pertama dengan ukuran seperti itu yang ditemukan di negara Skandinavia tersebut dalam lebih dari 130 tahun, kata museum kelautan pekan ini. Regalecus glesne, yang dikenal sebagai Raja Herring atau Oarfish Raksasa, ditemukan dalam keadaan mati di satu desa kecil nelayan, Bovallstrand, di pantai Swedia barat, sekitar 90 kilometer dari perbatasan Norwegia.

“Di air, ada sesuatu yang besar mengambang. Mula-mula kami kira itu adalah potongan plastik besar. Tetapi kemudian kami melihat ada matanya. Saya hampiri untuk memeriksa dan melihat bahwa itu adalah ikan yang sangat aneh ini,” kata Kurt Ove Eriksson, orang yang sedang lewat dan menemukan hewan tersebut, kepada harian Svenska Dagbladet.

Ikan “regalecus” yang jarang terlihat itu, ikan yang kelihatan tulangnya dan paling panjang, dapat memiliki badan sampai 12 meter.

“Terakhir kali kami melihat Raja Herring di Swedia ialah pada 1879,” kata museum House of Sea di Lysekil, tempat ikan tersebut dibawa, dalam satu pernyataan.

“Kami tidak banyak mengetahui mengenai spesies itu,” katanya. “Tetapi kami percaya hewan tersebut hidup di laut dalam, setidaknya pada kedalaman 1.000 meter, dan banyak orang percaya ikan itu berasal dari mitologi naga laut, atau kisah mitologi hewan laut seperti Monster Loch Ness.”

Ikan yang sudah mati itu, yang dibekukan di museum tersebut, memiliki luka di sepanjang badannya dan kehilangan sirip punggungnya yang khas serta centik, kata museum itu. Ditambahkannya, ikan tersebut mungkin ditambahkan ke dalam barang pameran mengenai monster laut yang direncanakan diselenggarakan akhir tahun ini. Puluhan ikan herring raksasa tersangkut di jala para nelayan Jepang dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan takhayul kuno, kemunculan ikan herring langka tersebut merupakan pertanda bahwa gempa besar akan segera melanda Negeri Matahari Terbit.

Kemunculan ikan herring raksasa tersebut memperkuat dugaan orang-orang yang masih percaya mitos bahwa Jepang akan segera dilanda gempa menyusul gempa Chili pada Sabtu pekan lalu, gempa Haiti pada 12 Januari lalu, dan gempa di Taiwan selatan Kamis pagi kemarin. Seperti diberitakan surat kabar The Telegraph, aktifnya pergerakan tektonik di sekitar Lingkaran Api Pasifik menimbulkan kekhawatiran bahwa Jepang, negara yang paling rentan gempa, adalah korban gempa dahsyat berikutnya. Kecemasan itu ditambah dengan kemunculan tak terduga ikan yang disebut sebagai ‘pembawa pesan’ dari Istana Dewa Laut.

Ikan herring raksasa bisa tumbuh memanjang hingga lima meter dan biasanya ditemukan di kedalaman 1.000 meter di dalam laut. Ikan herring raksasa jarang muncul di kedalaman hanya 200 meter dari permukaan laut. Namun kali ini berbeda. Sepuluh ekor ikan herring raksasa ditemukan di tepi pantai dan di jaring para nelayan di Perfektur Ishikawa. Sedangkan setengah lusin lainnya tertangkap jaring nelayan Perfektur Toyama. Belasan ekor lainnya tertangkap di Kyoto, Shimane, dan Nagasaki, semuanya terletak di perairan utara.

Menurut cerita tradisional Jepang, ikan herring raksasa ini muncul ke permukaan laut dan ke pantai dengan sendirinya untuk memperingatkan warga bahwa gempa akan melanda. Teori-teori ilmiah juga menyebutkan bahwa ikan perairan laut dalam ini sangat sensitif terhadap pergerakan-pergerakan di jalur patahan seismik. Namun, para pakar tetap lebih mempercayai teknologi tinggi untuk memonitor piringan tektonik di bawah permukaan laut.

“Zaman dulu, orang Jepang percaya bahwa ikan bisa memperingatkan akan terjadinya gempa, terutama ikan lele,” kata Hiroshi Tajihi, deputi direktur Pusat Gempa Kobe, pada kantor berita Daily Telegraph.

“Namun, itu hanya takhayul dan tidak ada hubungan ilmiah antara kemunculan ikan itu dengan gempa,” tambahnya.

Seorang pakar kelautan melaporkan seekor ikan giant oarfish sepanjang 3,65 meter telah ditemukan di perairan Swedia. Dengan demikian ikan tersebut menjadi ikan bertulang terbesar di dunia dan penemuannya di Swedia merupakan kali pertama dalam 130 tahun. Ikan yang sudah mati dan dijuluki juga sebagai raja ikan herring itu ditemukan warga perkampungan nelayan Bovallstrand di pesisir barat Swedia, sekitar 90 kilometer dari perbatasan Swedia-Norwegia. Mereka melihat ikan itu telah mengambang di dekat pesisir, pekan lalu.

“Saya melihat ada yang mengambang di laut. Semula saya mengiranya plastik, tapi kemudian terlihat ada matanya. Setelah diperiksa, temyata ikan yang sangat aneh,” ujar penemu ikan itu, Kurt Ove Eriksson.Ikan besar dengan nama latin Rega/ecus g/es-ne itu diserahkan ke akuarium The House of the Sea di Kota Lysekil. Pakar kelautan Roger Jansson menyatakan ikan itu akan terus disimpan hingga ada keputusan lebih lanjut.

Sumber: http://www.suaramedia.com

Iklan