Masalah disfungsi ereksi (impotensi) yakni ketidakmampuan pria melakukan ereksi saat berhubungan seksual sudah ada sejak lama. Ada banyak legenda yang menceritakan kenapa ‘senjata pria’ bisa menjadi ‘letoy’ (loyo).

Andrew McCullough, MD, profesor urologi klinis di Universitas New York Langone Medical Center di New York City, mengatakan impotensi secara medis bisa disebabkan oleh aterosklerosis (gangguan pembuluh arteri), penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah, penyakit syaraf, diabetes, obat-obatan tertentu, luka bedah dan masalah psikologis.

Pria dengan disfungsi ereksi parah mungkin membutuhkan resep obat seperti Levitra (vardenafil), Cialis (tadalafil) dan Viagra. Tapi obat-obatan itu harus digunakan dengan tepat. Jangan sampai penggunaannya secara berlebihan karena dapat menyebabkan pusing dan gangguan penglihatan, seperti yang dialami gitaris Tokio Hotel, Tom Kaulitz.

Karena terlalu menikmati efeknya yang begitu dahsyat, Tom menghabiskan obat yang dibelinya malam itu juga. Keesokan harinya, ia mengeluh kepalanya berat, pandangannya kabur dan sama sekali tidak menyenangkan.

Pada impotensi, viagra atau sildenafril dapat meningkatkan aliran darah di penis. Obat ini juga memacu kerja jantung, sehingga bisa memicu kematian jika dipakai secara berlebihan. Dokter melarang penggunaan obat ini sekedar untuk bersenang-senang. Pengobatan impotensi sudah ada sejak lama, karena masalah kejantanan pria ini juga ada sejak lama.

Seperti dilansir dari magicbluepill, ada beberapa legenda yang menyebabkan pria impoten yakni:

Kutukan dewa
Disfungsi ereksi sudah dikenal dalam peradaban Yunani kuno, berupa kutukan yang diberikan kepada Priapus sejak dikandung oleh Aphrodite. Dalam mitologi Yunani, Priapus merupakan dewa kesuburan. Julukan tersebut menggambarkan kondisi alat kelamin Priapus setelah Zeus mengubah kutukan impoten menjadi ereksi permanen. Penggambaran serupa juga terdapat pada dewa Ming, dewa kesuburan dalam mitologi Mesir.

Sihir
Ilmuwan abad pertengahan, Albertus Magnus mengungkap catatan kuno dari Mesir tentang sejumlah praktik sihir untuk membuat seseorang mengalami impotensi. Misalnya jika secarik kertas bertuliskan nama seseorang diikatkan pada kelamin serigala, diyakini orang tersebut tidak akan bisa melakukan intercourse sampai ikatannya lepas. Praktik serupa terjadi hingga abad ke-14, bahkan pada tahun 2008 Arab Saudi mengeksekusi seorang wanita yang diduga menyihir seorang pria hingga impoten.

Mantra
Catatan yang tertulis di atas daun lontar dan ditemukan di Mesir menunjukkan, pada zaman dahulu masyarakat setempat mengenal mantra untuk mengatasi disfungsi ereksi. Mantra tersebut bunyinya kurang lebih, “Jadilah keras, jangan lunak. Jadilah kuat, jangan lemah.”. Mantra yang kurang lebih bermaksud sama juga dikenal di Babilonia, dilagukan oleh seorang wanita sambil mengoleskan ramuan tertentu ke penis pasangannya.

Voodoo
Praktik voodoo alias santet di Haiti dan sejumlah wilayah di Afrika barat bisa membuat musuh mengalami impotensi. Bahkan penyair dari Romawi kuno, Ovid meyakini masalah ereksi yang dia alami merupakan ulah dukun santet yang menancapkan jarum di bagian alat vital sebuah patung lilin. Namun sebaliknya, voodoo diyakini juga bisa mengatasi disfungsi ereksi. Caranya dengan mengencingi pisau dan membiarkan air kencing tersebut mengucur ke tanah.

Iklan