Masalah kelainan tidur cukup beragam, seperti insomnia, berjalan saat tidur dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah Anda, selain masalah di atas, ada gangguan tidur lain yang juga cukup serius. Yaitu, ‘sexsomnia’. Sexsomnia adalah kondisi saat seseorang berinsiatif untuk melakukan hubungan seksual saat tidur. Sebanyak 7,6 persen orang yang memiliki kelainan tidur juga mengalami sexsomnia. Fakta ini berdasarkan penelitian yang dilakukan tim dari University Health Network di Toronto, Kanada, seperti dikutip dari LiveScience.com.

“Sebelumnya tidak ada penelitian yang menunjukkan bagaimana sexsomnia bisa terjadi. Sementara ini, kami menemukan sebanyak delapan persen orang mengalami sexsomnia dan angka ini cukup tinggi. Perlu ditekankan, kami hanya mempelajari pasien yang dirujuk ke klinik kelainan tidur. Jadi, kami berharap angka yang jauh lebih rendah pada populasi umum,” kata salah seorang peneliti Sharon A. Chung, dari departemen psikiatri, University Health Network.

Survei yang dilakukan pada 832 responden ini menemukan, kelainan tersebut lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan wanita. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, beberapa responden, terutama pria, berhubungan seks dengan pasangan ketika tidur, dan bahkan mencapai orgasme selama tidur. Mereka biasanya juga tidak ingat telah berhubungan seksual, hingga pasangan mengingatkannya.

Pasien memang jarang mengungkapkan sexsomnia yang dialaminya pada dokter mereka. Bahkan, hanya empat dari 63 pasien dalam survei, yang berkonsultasi pada dokter spesialis tidur soal kondisi yang dialaminya. Hasil dari survei ini akan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies LLC 2020 di Illinois, Amerika Serikat.