Barcelona menjadi kota besar pertama di Spanyol yang melarang pemakaian jubah, yang biasa dikenakan sebagian kaum Muslimah, di tempat-tempat umum. Pelarangan berpakaian burka (burqa), niqab, atau busana lain yang menutup seluruh tubuh juga berlaku di pasar dan perpustakaan.  Demikian kebijakan baru Pemerintah Barcelona, Selasa 15 Juni 2010. Aturan itu akan berlaku setelah musim panas atau pada paruh kedua tahun ini, namun tanggalnya tidak dipaparkan lebih lanjut.

“Barcelona melarang pemakaian burqa, niqab, dan busana lain yang menyulitkan identifikasi individu di semua instalasi publik di kota ini,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari laman stasiun televisi Al Jazeera.

Alberto Fernandez, pejabat pemerintah kota dan anggota Partai Populer, yang beraliran konservatif, mengatakan bahwa pemakaian burqa dan niqab menggerogoti martabat dan kebebasan perempuan.

“Sebenarnya peraturan baru tersebut masih setengah-setengah karena selain mencekal burqa dan niqab di tempat publik, perlu juga untuk menerapkan hal serupa di jalan-jalan,” tambah Fernandez.

Dua kota kecil di Spanyol, Lerida dan El Vendrell, sudah menerapkan aturan serupa. Barcelona merupakan kota kedua terbesar di Spanyol dengan sekitar 1,4 juta warga muslim tinggal di kota yang masuk wilayah otonomi Catalonia tersebut. Larangan pemakaian jubah tersebut bukan hal baru di Eropa. Bulan lalu, Prancis menyetujui undang-undang pelarangan pemakaian pakaian semacam itu di tempat umum. Majelis rendah Belgia juga melakukan pemungutan suara untuk melarang pemakaian kerudung yang menutupi hampir seluruh tubuh perempuan.

Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/158111-barcelona-larang-pemakaian-burka