Tidur selama sebelas tahun, bintang panas raksasa matahari kita sudah mulai terbangun dan kemungkinan akan menghembuskan nafas badai dan uap matahari raksasa ke planet bumi kita. Sementara di Washington DC, sejumlah pembuat kebijakan, pemimpin pemerintah, ilmuwan dan masyarakat berkumpul dalam Forum Space Weather Enterprise 2010, pada Selasa (8/6) untuk mengeluarkan berbagai gagasan, apa yang dapat dilakukan guna melindungi abad 21 dalam menghadapi matahari.

“Matahari sedang terbangun dari tidur pulasnya dan dalam beberapa tahun ke depan, kita sedang menanti tingkat aktivitas lebih tinggi dari matahari,” ujar Richard Fisher, pemimpin divisi Heliophysics-NASA dalam laporan berkalanya. “Pada saat yang sama, masyarakat tekhnologi kami telah mengembangkan sensitivitas badai matahari yang belum pernah ada sebelumnya. Perkembangan dua isu ini merupakan apa yang sedang kami diskusikan.”

Fluktuasi gejolak dalam kekuatan matahari berdampak pada medan magnet Bumi. Letusan tersebut secara ekstrem mengandung radioaktif, meskipun manusia telah dilindungi dari radiasi oleh atmosfir. Yang menjadi korban adalah tekhnologi. Panas dari letusan itu dapat merusak sejumlah satelit dan dapat mengganggu komunikasi radio.

Tipe letusan paling berbahaya bagi manusia adalah Coronal Mass Ejection (CMEs) yang terjadi selama periode 11 tahun, siklus paling aktif dari matahari. Kali ini CME akan dimulai sekitar tahun 2012.

CME terjadi ketika matahari menyemburkan gas dari koronanya atau atmosfir luar dengan kandungan radio aktif dalam jumlah besar, yang dapat menjangkau bumi dalam tiga hingga lima hari.

Dalam laporan yang diterbitkan National Academy of Sciences Space berjudul “Severe Space Weather Events – Societal and Economic Impacts”, dua tahun lalu, sejumlah peneliti meramalkan bahwa tekhnologi canggih kita rentan terhadap dahsyatnya badai matahari. Dalam sebuah skenario kasus terburuk, sejumlah negara maju telah mengembangkan kota-kota dengan tekhnologi tinggi untuk menghadapi berbagai gangguan pemadaman dan besarnya biaya yang mencapai duapuluh kali kehancuran ekonomi akibat Badai Katrina.

Untik saat ini, NASA dan seluruh otoritas pada Forum Space Weather Enterprise hanya dapat menyarankan kepada pihak swasta, industri perjalanan udara dan semua orang yang terlibat dalam bisnis tenaga listrik untuk mengambil tindakan pencegahan khusus bagi masa depan ketika badai dahsyat matahari menyelubungi Bumi.