Badan intelijen Mossad Israel telah gagal dalam upaya mereka untuk membunuh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, kata sebuah surat kabar mingguan Yordania. Informasi sumber-sumber di Turki mengatakan bahwa plot rencana pembunuhan Mossad telah digagalkan oleh pasukan kemanan negara itu, kutip al-Manar dari sebuah laporan di edisi terbaru surat kabar mingguan Al-Majd . Ada juga laporan yang menyatakan bahwa Israel telah berusaha untuk menghasut kekerasan di Turki dengan ‘meminjam’ dukungan dari kelompok separatis Kurdi, Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Sebelumnya pada bulan Juni, Sedat Laciner, kepala Strategis Penelitian Organisasi Internasional – sebuah think tank Turki – mengatakan bahwa agen Mossad dan pensiunan militer Israel telah terlihat memberikan pelatihan kepada militan Kurdistan PKK di Irak. Laciner mengatakan Tel Aviv tidak memiliki persepsi positif terhadap partai yang berkuasa di Turki Partai Keadilan dan Pembangunan, yang dipimpin oleh Erdogan.

Setelah serangan Israel terhadap armada kebebasan yang menyebabkan sembilan warga negara Turki wafat pada tanggal 31 Mei, Ankara menyusun peta jalan (roadmap) untuk “benar-benar” memutuskan hubungan dengan Israel. Presiden Turki Abdullah Gul sebelumnya telah mengumumkan bahwa peta jalan yang akan disusun berdasarkan masalah sanksi terhadap Israel.

“Rincian Roadmap ini diproses di mana Turki benar-benar akan memutuskan hubungan dengan Israel dalam beberapa tahap, harian Turki Today Zaman melaporkan pada tanggal 17 Juni lalu.

Menurut peta jalan, langkah pertama adalah duta besar Turki ditarik dari Tel Aviv,dan tidak akan dikirim kembali kecuali Israel mengirim anggota ke komisi PBB untuk penyelidikan yang bertujuan untuk melihat lebih dalam atas serangan Israel terhadap armada kebebasan. Peta jalan ini juga menyebutkan bahwa semua pelatihan militer dan kerjasama dengan Israel harus dihentikan dan menyatakan bahwa penyelidikan internal ke dalam serangan Israel itu sama sekali tidak diakui oleh Turki.