Kecaman dunia internasional atas serangan brutal Israel ke rombongan aktivis kemanusiaan “Armada Pembebasan” di kapal Mavi Marmara, belum reda. Rezim Zionis itu kini kembali menuai kontroversi terkait kecurigaan bahwa Israel membangun sel-sel penjara yang keberadaannya sangat dirahasiakan. Penjara yang dirahasiakan itu pertama kali diungkap oleh situs berita Israel Ynet, yang menurunkan laporan tentang seorang lelaki yang diduga disekap dalam penjara itu dan diisolasi total dari dunia luar. Ynet hanya menyebut nama lelaki itu sebagai “Mr.X” karena menurut Ynet, identitas “Mr.X” sangat dirahasiakan bahkan pada para penjagan di dalam penjara tersebut.

Surat kabar Inggris The Telegraph dalam laporannya edisi Senin (21/6), mengutip sejumlah sumber di penjara rahasia itu, menyebutkan bahwa bahwa “Mr.X” ditahan di Penjara Ayalon Unit 15 yang letaknya di sebuah sayap bangunan yang hanya memiliki satu sel saja. Sel tunggal itu terpisah jauh dari bangunan penjara lainnya, berpintu besi yang dibuat dua lapis, sehingga tahanan yang dijebloskan ke penjara itu benar-benar terisolasi, tahanan lain tidak akan bisa mendengar atau melihatnya.

“Dia cuma seseorang tanpa nama dan tanpa identitas yang ditempatkan dalam kondisi diisolasi secara total dari dunia luar,” kata seorang sumber di penjara itu tentang “Mr.X”.

Namun berita soal “Mr.X” dan penjara rahasia Israel ini tiba-tiba saja menghilang dari situs berita Ynet. Agen-agen intelijen Israel, menurut The Telegraph, ternyata sudah memblokir pemberitaan dan melarang peliputan lebih lanjut atas informasi itu. Para aktivis kemanusiaan di Israel dan dari luar Israel juga gagal mendesak otoritas berwenang Israel untuk memberitahukan jati diri “tahanan misterius” itu dan untuk mengetahui apakah “Mr.X” sudah melalui proses hukum yang semestinya sebelum dijebloskan ke penjara rahasia. Kepala bidang konsultasi hukum Asosiasi Hak Asasi Manusia di Israel sudah mengirimkan surat protes pada jaksa agung atas penahanan “Mr.X”. Tapi surat protes itu tidak ditanggapi. Sementara pejabat pemerintahan Israel sejauh ini belum mengakui atau membantah informasi soal keberadaan sel penjara rahasia itu.