Piala Dunia 2010 membuat Polisi Syariah Arab Saudi sibuk untuk memaksa bolamania menunaikan ibadah shalat. Tak habis akal, aparat ini pun membawa ‘masjid’ ke tempat-tempat di mana bolamania negara itu berkerumun. Polisi Syariah mulai pekan ini membawa karpet shalat ke depan sebuah cafe kopi terkenal di pusat kota Riyadh, tepatnya di Jalan Tahlia. Tempat ini lah biasanya para bolamania menghabiskan malam untuk menonton siaran langsung Piala Dunia dari Afrika Selatan.

Mereka menyebutnya ‘masjid berjalan’. Polisi Syariah pun memastikan para fans sepakbola itu tidak melewatkan shalat Maghrib, tepat pada laga pertama berakhir setiap harinya. Namun, saat laga Jepang melawan Paraguay, polisi sudah mendorong para fans untuk shalat saat tambahan waktu setelah Paraguay ditahan imbang 0-0 oleh Jepang. Sesuai aturan religius Saudi, siaran komersial harus dihentikan, televisi ukuran besar di cafe La Caverna pun dimatikan dan pelanggan digiring ke luar untuk shalat.

Di sana sudah disediakan karpet ke arah Mekkah, dan dilengkapi mikrofon untuk imam. Firas Douglass, warga Arab asal Yordania, mengaku tak keberatan kehilangan momen tambahan waktu dan adu penalti antar-dua negara itu. Fans Belanda ini berkata,” Tak apa, hanya lima menit. Kami menghabiskan 90 menit tanpa melakukan apa-apa selain menonton sepakbola.” Polisi Syariah pun berencana membuka “masjid berjalan’ di tempat lain selama Piala Dunia digelar. Tugas lainnya, mereka mendesak agar toko dan rumah makan tutup selama lima waktu shalat.