Sebagian ahli medis mengatakan bahwa panjang atau pendek umur seseorang sudah ditentukan oleh gen mereka tepat pada saat pembuahan sel telur. Ketika seseorang melewati usia 30 tahun, maka mulailah proses penuaan. Layaknya matahari akan melewati titik puncaknya pada waktu tengah hari. Sejumlah ahli telah merilis teori mengapa sel-sel manusia bisa menua. Kedua teori itu “Hipotesis Teori Program” dan “Hipotesis Akumulasi Kesalahan”. “Hipotesis Teori Program” mengatakan bahwa sel-sel manusia akan berhenti membelah setelah 50-60 kali pembelahan. Jaringan atau organ yang berhenti mengalami regenerasi, akan mulai menua dan mengalami penurunan fungsi.

Dan telomer, yang terletak di kedua ujung dari setiap kromosom, mengontrol berapa kali banyaknya pembelahan sel yang bisa dimiliki. Mereka akan menjadi pendek dan lebih pendek lagi setiap kali pembelahan sel. Ketika ukuran meraka menyusut sampai ukuran tertentu, maka pembelahan sel akan berhenti dan kehidupan akan berakhir. “Hipotesis Akumulasi Kesalahan” mengatakan bahwa kesalahan terjadi karena  kerusakan DNA yang disebabkan oleh sinar-X, sinar UV, radikal oksigen, dan hal lainnya yang berbahaya selama proses replikasi DNA ketika sel membelah. Setelah akumulasi kesalahan menumpuk, protein abnormal akan diproduksi dan menyebabkan penurunan fungsi sel. Akhirnya, sel-sel tidak dapat membelah lagi dan menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Sejumlah ilmuwan berhipotesis bahwa sel-sel mungkin dapat hidup selamanya jika seseorang dapat membalik enzim yang menghidrolisis ikatan DNA yang bertelomer. Namun, tidak ada orang yang tahu, perlu berapa banyak generasi penelitian serius guna mencapai  tujuan tersebut. Meskipun ilmu pengetahuan modern masih terus mencari jawabannya, hal yang menarik sekali, adalah bahwa orang Tiongkok kuno tahu cara untuk memperpanjang hidup mereka pada beberapa ribu tahun yang lalu.

Dalam kitab “Pengobatan Dalam Kaisar Kuning” ada adalah sebuah artikel berjudul, “Bagian Pembahasan Kebenaran Zaman Kuno yang Pertama” Pada artikel ini, Kaisar Kuning membicarakan manusia Sejati, manusia Luar biasa, manusia Suci dan manusia Solon. Manusia Solon adalah manusia ditingkat terendah. Namun mereka masih harmonis dengan Dao (prinsip alam semesta) dan dengan demikian menyelaraskan hidup mereka dengan alam semesta dan  memiliki usia yang panjang. Pengobatan modern telah menemukan bahwa sel manusia memiliki  waktu kehidupan selama 2,4 tahun dan dapat membelah 50-60 kali. Dengan demikian, maksimum panjang kehidupan manusia seharusnya berkisar 120-170 tahun. Dalam Kitab Kaisar Kuning mengatakan bahwa manusia Solon bisa hidup dengan batas kehidupan manusia. Berarti usia tidak harus dibatasi hanya 170 tahun, bukankah begitu?

Mungkin apa yang telah dikatakan dalam kitab “Pengobatan Dalam Kaisar Kuning” tidak cukup untuk meyakinkan orang yang percaya pada ilmu pengetahuan modern. Namun, dalam beberapa waktu yang lalu ketika mempelajari ekspresi kondisi gen sel-sel darah putih dari praktisi Falun Gong, beberapa peneliti dari ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa sel-sel darah putih mereka dapat hidup 5-10 kali lebih lama dibandingkan orang normal. Oleh karena itu, hidup mereka dapat diperpanjang. Praktisi Falun Gong sering tampak lebih muda dari mereka yang berada dalam kelompok usia yang sama. Semakin tua kelompok umurnya, semakin jelas efeknya.

Pengobatan modern juga mengusulkan bahwa ada sampah di dalam sel setiap orang. Semua sampah itu berasal dari dua sumber. Salah satu jenis berasal dari luar – dari sumber seperti radiasi, mirip dengan “Hipotesis Akumulasi Kesalahan”. Sumber kedua adalah dari spiritual atau yang disebabkan oleh mental. Sebagai contoh, seseorang yang kehilangan kesabaran dan ingin melakukan hal-hal yang buruk ketika menghadapi tingginya tingkat stress pada mental. Kemudian, bahan yang buruk dapat terbentuk di dalam tubuh dan mencemari sel-sel tubuh manusia seperti polusi air. Tapi banyak percobaan telah menunjukkan bahwa pada tubuh praktisi Falun Gong terdapat sangat sedikit atau bahkan tidak ada sampah. Hal ini menunjukkan bahwa usaha kultivasi Falun Gong dapat memurnikan pikiran manusia dan memungkinkan tubuh untuk mencapai transparansi.

Iklan