Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mencurigai adanya operasi jaringan mata-mata Rusia ketika dia bertemu Presiden Rusia Dmitry Medvedev di Gedung Putih minggu lalu. Hal tersebut diungkapkan seorang pejabat AS. Walau demikian, kedua Presiden malah sangat antusias dalam menunjukkan citra hubungan dekat. Pencitraan tersebut dipertegas oleh Obama dengan mentraktir Medvedev makan cheeseburger dan kentang goreng di restaurant burger lokal ketika makan siang bersama. Bahkan, Obama tidak membahas isu mata-mata dengan Medvedev pada kesempatan tersebut.

“Jelas sekali presiden telah diberi informasi secara penuh dan tepat. Ini adalah tindakan penegakan hukum, dan penegakan hukum bertindak tepat,” kata Juru Bicara Robert Gibbs pada hari Selasa (29/06) lalu. Departemen Kehakiman AS mengungkap penangkapan Sepuluh orang yang diduga mata-mata Rusia pada hari Minggu (27/06). Mereka bertugas melaksanakan tugas spionase jangka panjang, sebuah operasi inteligent tertutup dan rahasia.

Semua terdakwa telah dituduh “bersekongkol untuk bertindak sebagai agen melanggar hukum dari Federasi Rusia di Amerika Serikat,” seperti rilis yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman. Kejahatan itersebut diancam dengan hukuman maksimum lima tahun penjara. Selain itu, Polisi Siprus juga melaporkan penangkapan 11 orang yang diduga terlibat dalam jaringan mata-mata, namun, mereka dibebaskan dengan jaminan. Menurut Gibbs, penangkapan mata-mata tersebut¬† tidak akan mempengaruhi “pemulihan” hubungan dengan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengakui dalam sebuah pernyataannya hari Selasa lalu, bahwa semua mereka yang ditahan adalah warga negara Rusia. Namun, Rusia mengatakan mereka tidak melakukan segala tindakan yang ditujukan terhadap kepentingan Amerika Serikat. “Penangkapan oleh dinas keamanan AS tidak memiliki dasar dan tujuan yang pantas dikejar,” ujar Juru bicara Departemen Luar Negeri Rusia, Andrey Nesterenko, melalui kantor berita Rusia RIA Novosti. “Kami tidak memahami alasan yang mendorong Departemen Kehakiman AS untuk membuat pernyataan publik dalam semangat cerita mata-mata era Perang Dingin,” kata Nesterenko.

Asisten Sekretaris AS, Philip H. Gordon dari Biro Urusan Eropa dan Eurasia, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis bahwa belum ada tanda-tanda penangkapan balasan atau tindakan balasan terhadap mereka yang diduga keras sebagai mata-mata AS di Rusia. Gordon mengatakan bahwa diplomat AS berbicara tentang masalah tersebut dengan para pejabat Rusia di Washington dan Moskow, namun Gordon tidak memberi rinciannya.