Air yang telah dituangkan seribu kali disebut air Ganlan dalam pengobatan China. Air Ganlan ditemukan seorang dokter ternama Zhang Zhongjing (150-219), pada zaman Dinasti Ming. Dalam buku pengobatan China, Jin Kui Yao Lue, terdapat resep obat penyakit bentun qi, yang terdiri dari rebusan poria (sejenis jamur), ranting kayu manis, licorice (akar manis), dan jujube. Bentun qi tidak termasuk penyakit serius. Penyebab penyakit itu, adalah udara yang memenuhi rongga perut hingga tenggorokan. Bahan resep tersebut perlu direbus dengan menggunakan air Ganlan, karena air ini bersifat mengangkat sehingga dapat menyebabkan obat naik. Akan tetapi dilihat dari perspektif ilmu pengetahuan modern, air yang telah dituangkan seribu kali ini mengandung lebih banyak oksigen.

Penulis pernah mendengar kisah seorang bapak tua yang sedang sekarat. Anaknya memanggil dokter ahli dalam pengobatan China. Dokter tersebut mengatakan bahwa penyakit ini sulit disembuhkan. Namun pemuda ini berlutut dan memohon agar dokter menyelamatkan hidup ayahnya. Dokter tersebut akhirnya tergerak oleh rasa bakti pemuda itu, sehingga dia menulis sebuah resep dan berkata obat ini harus direbus dengan air yang telah dituangkan seribu kali.

Kemudian dokter meletakkan tong besar air di samping tempat tidur sang ayah. Pemuda itu menggunakan gayung menuangkan air dalam tong itu secara berulang-ulang di depan ayahnya semalam suntuk. Sang ayah merasa terharu melihat usaha pemuda itu untuk menyembuhkan penyakitnya. Setelah meminum air rebusan tersebut, sang ayah segera sembuh. Dari kasus ini, kita dapat melihat bahwa air Ganlan bukanlah kunci untuk menyembuhkan penyakit tersebut, juga bukan oksigen yang dikandung dalam air tersebut. Ini dikarenakan rasa bakti sang anak.

Orang zaman dahulu menjunjung tinggi berbakti pada orang tua. Mereka menganggapnya sebagai kebajikan yang harus dimiliki oleh manusia. Sebuah hati yang benar-benar tulus dan baik, dapat mengubah lingkungan seseorang. Seorang ilmuwan Jepang telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa ketika seseorang memiliki pikiran yang murni, suaranya bisa membentuk kristal air yang sangat indah. Para ilmuwan menggunakan metode ini untuk memurnikan air yang tidak mungkin dilakukan dengan teknologi modern. Seiring dengan perkembangan masyarakat hingga hari ini, kebajikan tidak lagi dipikirkan orang. Pikiran buruk ada di mana-mana dan mencemari manusia mulai dari kecil. Masyarakat manusia berubah menjadi buruk, sehingga timbul semakin banyak penyakit modern. Meskipun ilmu medis modern menginvestasikan banyak uang pada bidang penelitian, mereka tidak dapat menemukan obat mujarab bagi penyakit modern ini. Hanya ketika orang-orang berasimilasi pada Sejati-Baik dan Sabar, maka pikiran mereka akan    diperbaiki dan menjadi masyarakat yang lebih baik.