Satelit TanDEM-X, Jerman ini, diluncurkan dari sebuah pangkalan di Kazakhstan, Senin (21/6) lalu, dalam upaya membuat peta 3D paling akurat tentang permukaan Bumi. Misi tiga tahun TanDEM-X ini, akan menganalisa 150 juta kilometer persegi permukaan Bumi. Beberapa gambar perdana yang ditunjukkan semua terlihat jelas dengan TanDEM-X dan siap dipadukan dengan satelit pendahulunya Terra SAR-X, yang diluncurkan pada 2007 silam. Semua menjadi lebih baik, TanDEM-X semestinya telah membentuk helik di sekitar TerraSAR-X sejak Oktober mendatang. Dalam bekerja sama, TanDEM-X akan mulai menghasilkan gambar-gambar 3D dalam waktu enam bulan.

Misi tiga tahun: Sebuah rudal balistik dikonfirmasi membawa satelit TanDEM-X meluncur dari Kosmodrom Baykonur, di Kazakhstan, Senin (21/6) lalu. (AFP/Getty Images)

“Ini akan menjadi yang pertama bagi kita mendapatkan pola (DEM) Bumi, yang secara global berstandar elevasi digital 3D,” ujar Alberto Moreira, Direktur Sains Misi TanDEM-X, seperti dilansir Daily Mail.

DEM akan digunakan untuk kepentingan komersial, penelitian dan keamanan. Salah satu penggunaannya bisa untuk memprogram komputer navigasi jet-jet militer yang memungkinkan mereka terbang ultra rendah. Datanya tersebut juga dapat digunakan oleh para relawan pasca bencana alam seperti gempa bumi. Informasi ini akan memungkinkan mereka melihat di mana kerusakan paling parah akibat gempa tersebut.

Iklan