Dahulu kala, ada sebuah desa kecil, penduduk yang tinggal di desa ini sangat baik, mereka saling menghormati, perkataan yang biasanya mereka katakan adalah :”Apa kabar?, Maaf, dan Terima kasih.” Kata-kata sopan jenis inilah yang biasa mereka pergunakan, sehingga penduduk desa ini hidup dengan makmur, aman dan bahagia. Tetapi iblis sangat benci kepada penduduk desa ini, karena disini tidak ada sumber hidupnya, hanya ada kekuatan jahat  yang dapat membuat dia hidup di desa kecil, hanya membuat orang menjadi jahat supaya dia dapat tinggal di desa kecil ini. Dia mempergunakan berbagai cara tetapi akhirnya gagal, dia sangat tidak puas, akhirnya terpikir olehnya sebuah cara.

Pada suatu hari, desa kecil ini mendapat kunjungan dari seorang yang sangat aneh, orang ini membuka sebuah toko yang menjual buah-buahan dan kebutuhan hidup sehari-hari, anehnya barang yang dijual ditokonya semuanya gratis, dia berkata jika siapa yang mengucapkan sepatah kata yang memaki orang lain dia akan mendapat 3 buah apel, memaki lebih banyak akan mendapatkan lebih banyak barang lagi. Semua penduduk mengganggapnya orang gila, oleh sebab itu tidak ada yang peduli kepadanya, tetapi dia cuek saja, tetap membuka tokonya.

Didekat tokonya ada sebuah sekolah, anak-anak biasanya pulang pergi sekolah harus melewati tokonya. Pada suatu hari, ada dua orang anak yang bernama Dodo dan Pipi melewati tokonya, Dodo berkata: ”Saya sangat haus, ayo kita masuk membeli buah.” Pipi berkata :”Jangan, kita jangan membeli disini, pemilik toko tidak menerima uang, dia akan memberikan barangnya secara gratis hanya jika  kita memaki orang lain, guru sering mengajarkan kita harus berkata sopan, tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor, didepan ada toko yang lain, kita beli disana saja.” Dodo berkata: ”Saya tidak kuat berjalan lagi, kita beli disini saja, hanya sekali ini saja.” Pipi mencoba menghalangi Dodo tetapi tidak berhasil, akhirnya Dodo masuk kedalam toko, pemilik toko mengajari dia sepatah kata memaki orang lain,  lalu pemilik toko memberi dia 3 buah apel, Dodo memberikan kepada Pipi 1 buah apel dan berkata: ”Saya rasa berkata sepatah kata yang memaki orang lain tidak menjadi masalah, lagi pula dapat 3 buah apel, alangkah bagusnya.”

Mulai saat itu Dodo sering mengunjungi toko ini, kata-kata kotor yang dipelajari semakin lama semakin banyak, perlahan-lahan dia mulai mengucapkan kata-kata kotor tersebut diantara teman-teman sekolahnya, tidak berapa lama kemudian para murid mulai mengucapkan kata-kata kotor, perlahan-lahan para orang tua juga mulai mengucapkan kata-kata kotor, ketika perasaan hati tidak enak mereka mulai memaki, mereka merasa setelah memaki orang lain perasaan menjadi lebih enak. Mulai saat itu penduduk desa sudah tidak saling mengalah, mereka berubah menjadi egois, tidak sabaran. Desa kecil yang aman dan tenteram segera berubah. Sejak saat itu Iblis menjadi sahabat mereka dan menetap di desa ini.