Menteri Luar negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki menyatakan, “Kini, dunia menolak standar ganda dan diskriminasi. Untuk itu, Dewan Keamanan PBB harus menjawab tuntutan publik dunia terhadap sikap sepihak lembaga internasional ini.” Mottaki dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Nigeria di Tehran menyinggung peran kelompok delapan (G8) dalam membela hak negara-negara berkembang. Dalam pertemuan tersebut Menlu Iran juga menyesalkan reaksi pasif Dewan Keamanan PBB terhadap serangan brutal militer rezim Zionis atas konvoi kapal bantuan kemanusiaan Gaza, Freedom Flotilla, dan keluarnya resolusi sepihak no. 1929 mengenai program nuklir sipil Iran.

Sementara itu, Utusan Khusus Nigeria dalam pertemuan tersebut menekankan urgensi partisipasi Republik Islam Iran dalam KTT G8 di Nigeria. Ditegaskannya, kehadiran Iran merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan hubungan bilateral. Utusan Khusus Nigeria beserta rombongan berada di Tehran untuk menyerahkan undangan resmi kepada Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad guna menghadiri KTT G8 di Abuja, Nigeria. G8 dibentuk pada tahun 1997 dengan anggota Indonesia, Iran, Turki, Malaysia, Mesir, Nigeria, Bangladesh dan Pakistan. Tujuan pendirian organisasi ini untuk mendongkrak posisi negara-negara anggota G8 di level ekonomi global dan menciptakan peluang perdagangan serta perbaikan taraf hidup penduduk di delapan negara berkembang ini.

Iklan