Ternyata, gaji yang diterima oleh para CEO (Chief Executive Officer) di perusahaan berdampak pada perlakuannya terhadap karyawan. Menurut penelitian yang dilakukan Rice University, Harvard University dan University of Utah, makin besar gaji yang diterima CEO maka makin buruk perlakuannya pada karyawan. Benarkah? Hasil penelitian menemukan, makin tinggi kompensasi yang diterima para eksekutif membuat mereka makin ‘bertindak kejam’ terhadap orang yang berada dalam sebuah hirarki lebih rendah. Para peneliti percaya, dengan peningkatan gaji akan membuat kekuatan seseorang bertambah. Sebagai seorang eksekutif yang dibayar lebih, mereka akan merasa memiliki kekuasaan tinggi, dan lebih banyak kekuatan untuk ‘mengevaluasi’ bawahannya lebih ketat.

Hal yang disebut ‘kekejaman’ ini akan menjadi lebih buruk karena kesenjangan antara kompensasi CEO dan karyawan di tingkat bawah. Hal itu menurut penelitian, yang berjudul “When Executives Rake in Millions: Meanness in Organizations.”  Ketimpangan yang cukup tinggi antara pendapatan eksekutif dan pekerja biasa membuat para eksekutif merasa kuat  dan ini menyebabkan persepsi kekuasaan mereka dapat ‘menganiaya’ pekerja biasa. Hal itu seperti dikutip dari NY Daily News.

Lalu, apakah gaji para CEO perlu diturunkan? Penelitian ini menyimpulkan, hal itu harus dipertimbangkan. “Kami percaya, selain untuk menguji hubungan antara gaji para eksekutif dan kesuksesan keuangan perusahaan, penting untuk mempertimbangkan implikasi etis bahwa eksekutif dengan pendapatan lebih tinggi memperlakukan karyawan lebih kejam,” kata peneliti menyimpulkan penelitian, seperti dikutip dari NY Daily News.