Seorang pria di China hidup selama dua tahun di dalam gardu telepon umum. Pria yang menolak menyebut identitasnya itu juga tidak berkenan berbincang dengan orang lain. Seperti dilansir Bandao Morning Post dalam web.orange.co.uk, edisi Rabu 8 Juni 2010, pria ini memiliki kebiasaan rutinitas yang tidak biasa. ‘Bekerja’ di malam hari dan tidur di siang hari. Menurut kesaksian petugas kebersihan di gedung sebelahnya, pria itu bekerja mengemis makanan pada malam hari. Siang harinya, dia terlelap tidur di dalam kotak mesin telepon umum yang hanya selebar tak lebih dari 1 meter.

Dengan lebar area yang sangat terbatas, setiap hari selama dua tahun itu dia tidur dalam posisi meringkuk. Untuk menambah kenyamanan, dia membawa bantal dan membuat ruang sempit itu menjadi sesuai dengan peribahasa ‘Rumahku Istanaku.’ Di dalam ruang yang amat sesak itu, dia masih menyediakan sedikit area untuk tumpukan kotak makanan. Untuk pakaian kotor, dijemur di bagian atap. Kendati demikian, menurut petugas kebersihan setempat, pria misterius itu memiliki gaya hidup yang baik. Dia termasuk higienis dan mencuci di fasilitas umum.

“Dia mengenakan baju usang yang penuh tambalan. Tapi dia terlihat bersih. Tak jarang pula dia bercermin dan merapikan kumisnya,” kata petugas kebersihan tadi. Pria aneh itu sering berbicara sendiri dengan cermin. Tapi dia tidak pernah berbicara dengan orang lain. Telepon umum yang disulap menjadi rumah itu berada di pusat kesibukan kota, Zhongshan Square. Tepatnya, di jantung kota Dalian. Pria tadi rupanya tidak peduli dengan kesibukan di sekitarnya.

Komunitas sosial setempat berupaya mencari tahu keberadaan keluarganya. “Tapi dia tidak pernah bicara dengan siapapun. Kami sangat sulit membantunya,” ujar petugas sosial.