Category: Alkisah


Tuan Tanah Yang Tamak


Dahulu ada seorang tuan tanah yang sangat kaya, tetapi hatinya selalu merasa kosong, merasa masih kekurangan sesuatu. Pada suatu hari, istrinya berkata kepadanya apa yang kurang dirumahnya ini adalah seorang menantu. Tuan tanah ini berpikir, ‘betul juga’, dia sudah memiliki segalanya hanya tidak ada menantu, tetapi mau mencari seorang wanita yang sebanding dengan kekayaannya guna menjadi menantu di negri ini, tidak ada seorangpun kecuali putri dari raja. Tetapi Baca Selengkapnya…

Iklan

Dahulu kala, ada seorang putri raja, dia adalah seorang putri kesayangan dari raja. Raja mengganggapnya sebagai permata hati, apapun permintaannya akan segera dipenuhi.

Putri raja ini bagaikan sekuntum bunga yang tumbuh didalam rumah kaca, yang mendapat kasih sayang yang berlebihan sehingga menjadi manja.

Pada suatu hari, turun hujan yang deras, lubang-lubang yang berada dijalan digenangi air hujan, bagaikan sebuah kubangan kecil. Baca Selengkapnya…

Kisah Monyet dan Serigala


Di tengah sungai ada sebuah pulau kecil, diatas pulau tumbuh sebatang pohon buah pir yang sedang berbuah sangat ranum, buahnya banyak sekali. Srigala ingin memakan buah pir, tetapi tidak bisa menyeberangi sungai. Monyet juga ingin memakan buah pir, tetapi juga tidak bisa menyeberangi sungai. Monyet dan srigala kemudian berembuk, akan membuat sebuah jembatan menyeberangi sungai dan memetik buah pir kemudian dibagi rata. Baca Selengkapnya…


Dulu, Indra Tamang adalah seorang remaja anak petani miskin di Nepal. Di desa tempat dia tinggal, layanan air bersih dan listrik tidak pernah dikenal warga. Namun, ketekunan dan loyalitasnya yang tinggi kepada majikan, membuat Indra kini beroleh rezeki besar sehingga menjadi orang kaya baru di Amerika. Di masa kecilnya, Indra susah payah belajar menulis dan tidur beralaskan jerami di gubuk orang tuanya. Tak tahan terus hidup melarat, Indra memberanikan diri mengadu nasib ke Ibukota Katmandu Baca Selengkapnya…


Dahulu kala, ada sebuah desa kecil, penduduk yang tinggal di desa ini sangat baik, mereka saling menghormati, perkataan yang biasanya mereka katakan adalah :”Apa kabar?, Maaf, dan Terima kasih.” Kata-kata sopan jenis inilah yang biasa mereka pergunakan, sehingga penduduk desa ini hidup dengan makmur, aman dan bahagia. Tetapi iblis sangat benci kepada penduduk desa ini, karena disini tidak ada sumber hidupnya, hanya ada kekuatan jahat  yang dapat membuat dia hidup di desa kecil, hanya membuat orang menjadi jahat supaya dia dapat tinggal di desa kecil ini. Dia mempergunakan Baca Selengkapnya…


Seorang petani tua kaya, merasa bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi, memanggil anak-anak ke samping tempat tidurnya untuk memberikan kata-kata terakhir. “Anak-anakku,” katanya, “Dengarkan apa yang hendak saya katakan kepada kalian: Janganlah hanya menghitung Baca Selengkapnya…


Alkisah, seorang manusia, dengan tidak peduli menuang seember air. Air yang dituang dengan cepat mengalir membuat keadaan sekeliling menjadi basah. Di atas tanah, tampak sehelai rumput yang diterjang oleh air tersebut, mengambang bagaikan sebuah perahu. Diatas rumput ini kebetulan ada seekor semut kecil, dia melihat air berada disekelilingnya, dia tidak tahu air itu sebenarnya seberapa banyak dan seberapa dalam Baca Selengkapnya…